HADIAH NATAL TERINDAH

Ketika guru wali kelas 2 SD di Raleigh, Carolina Utara – Amerika meminta semua siswanya menulis kartu natal untuk Santa Claus beserta hadiah apa yang mereka inginkan, Bethany Arnold, gadis kecil berumur 9 tahun, tidak tahu akan menulis apa. Teman-temannya yang lain sibuk menulis nama-nama hadiah yang mereka ingin dapatkan dari Santa di hari natal nanti. Ada yang meminta boneka, cokelat, bahkan sepeda. Sementara Bethany sadar, apa yang akan dia minta tidak mungkin dikabulkan, bahkan oleh Santa Claus sekalipun.

Bethany Arnold (Photo credited to CBS)

Di setiap hari natal dia hanya mempunyai satu permintaan yang selalu dia bawa dalam doa. Hanya itu kado Natal yang dia harapkan. Namun seiring tahun berlalu semua mimpi yang diucapkan Bethany di setiap doa-doa Natalnya tetap tinggal menjadi mimpi. Maka kali ini pun, ketika jemarinya mulai menggoreskan tulisan permohonannya di kartu Natalnya untuk Santa Claus, Bethany yakin goresan-goresan doa itu pun akan tetap tinggal sebagai goresan belaka. Di kartu Natalnya itu Bethany menulis: “Santa Klaus yang baik, ayah saya ada di Irak. Bisakah Santa membawa ayah saya pulang di hari natal nanti. Kalau bisa, ini akan jadi hadiah natal paling istimewa untuk saya. Nama ayah saya Wyndal Arnold.”

Kartu Natal yang ditulis Bethany (Photo credited to CBS)

Sudah lebih dari lima tahun ayah dan anak itu terpisah oleh jarak lebih dari 10.000km lantaran tuntutan pekerjaan dari Wyndal sebagai teknisi listrik. Dia dikirim dari Amerika ke Irak untuk membangun kembali Irak setelah perang. Ketika terakhir mereka merayakan Natal bersama sebelum akhirnya Wyndal pergi meninggalkan Bethany, keduanya saling menukar gantungan kunci berbentuk hati. “Ade, doakan ayah supaya suatu saat nanti ayah akan membawa hati ade kembali,” begitu ucapan Wyndal pada Bethany sebagai kata-kata akhir perpisahan mereka kala itu. Bethany tidak pernah membayangkan kalau ucapan sederhana ini akan menjadi doanya setiap kali Natal tiba.

Gantungan kunci dari Bethany yang selalu dibawa Wyndal (Photo credited to CBS)

Akhirnya pesta natal bersama yang direncanakan sekolahnya Bethany pun tiba. Semua anak kelihatan gembira. Ini hari yang paling mereka nantikan karena mereka akan mendapatkan apa yang mereka minta seperti yang mereka tulis di kartu natal mereka masing-masing. Maka ketika Santa Claus dengan kostum khasnya memasuki aula tempat perayaan natal dibuat, semua anak menyambutnya dengan sorak kegirangan. Mata anak-anak tertuju pada bungkusan-bungkasan hadiah yang dibawa oleh Santa. Mereka seolah-olah tidak sabar lagi menanti hadiah yang akan segera dibagi.

Bethany saat mengikuti acara natalan bersama sekolah (Photo credited to CBS)

Santa Claus lalu membaca kartu natal yang ditulis oleh anak-anak, satu persatu, sambil membagi hadiah sesuai dengan yang mereka minta. Masing-masing anak mendapat hadiah seperti yang mereka tulis di kartu Natal, kecuali satu orang, Bethany. Kartu natalnya belum dibaca oleh Santa dan dia juga sudah mempersiapkan batinnya untuk tidak mendapat apa-apa di hari natal itu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tetapi kemudian, dia melihat tangan santa mengeluarkan sebuah kartu natal yang dia simpan di sakunya, kartu natal yang terakhir, kartu natalnya sendiri. Lalu dia mendengar Santa membaca permohonannya yang dia tulis di kartu Natal itu. Dia masih belum bisa menebak apa yang akan terjadi. Hatinya berharap-harap cemas.

Ketika akhirnya Santa selesai membaca tulisannya, semua anak terdiam, termasuk Santa. Lalu perlahan Bethany melihat Santa mulai melepaskan jenggot putih palsu yang ditempelkan di dagunya. Kemudian kumis palsunya juga dilepaskannya.  

Bethany tidak perlu waktu lama untuk mengenali siapa sosok santa yang duduk di hadapan mereka semua saat itu. Dari barisan paling belakang tempat dia duduk Bethany berlari menghambur ke pelukan santa sambil berteriak: “ayah….. ayah …. ayah….”

Bethany yang memeluk ayahnya sambil menangis setelah tahu yang jadi Santa adalah Wyndal (Photo credited to CBS)

Ayah dan anak itu berpelukan dengan derai air mata di pipi mereka. Anak-anak yang lain dan wali kelas Bethany menyaksikan moment istimewa itu dengan rasa haru di hati mereka masing-masing. Ternyata santa yang baru saja membagi-bagi hadiah ke anak-anak yang lain adalah Wyndal, ayah Bethany, yang kembalinya selalu didamba Bethany dalam setiap doa natalnya.

Kemudian dari sakunya yang lain Wyndal mengeluarkan sebuah gantungan kunci berbentuk hati milik Bethany. “Ade, tidak ada hadiah Natal yang lain yang ayah bawa,” katanya, “hanya ini,” sambil memberikan gantungan kunci itu ke Bethany, “ayah bawa kembali hati ade seperti yang ayah pernah janji.”

Bethany akhirnya mendapatkan “hatinya” kembali, ayahnya sendiri (Photo credited to CBS)

Bethany tidak mampu berkata apa-apa. Tangisan bahagianya telah menjadi doa terima kasihnya paling indah karena Tuhan telah memberikan hadiah Natal terindah buatnya.

(Dari Chanel TV CBS, dikisahkan kembali oleh Mans Wenge CSsR)

Kita semua pun mendapat kado natal yang paling unik setiap kali kita merayakan Natal, Allah sendiri yang dibungkus dalam kemasan manusia

Mans Wenge

Unknown's avatar

About Berkhmans

Melalui blog ini saya mau membagi pengalaman dan refleksi saya di dalam pergulatan hidup di dunia ini dan di dalam perjuangan memahami kehendak Allah dan semakin dekat pada-Nya dari hari ke hari.
This entry was posted in Sharing Cerita, Sharing Refleksi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply