Pagi dan mentari, dua hal yang jarang ada bersamaan di kota ini.
Kota ini unik, selain karena hujan yang senantiasa mengguyur hampir sepanjang tahun, tetapi juga karena kota ini bertakhta di atas tanah orang Irlandia tetapi menjadi ibu kota dari salah satu negara bagian Kerajaan Inggris. Itulah Belfast, ibukota negara bagian Irlandia Utara, salah satu dari empat negara bagian kerajaan Inggris, yang pagi ini bersemi menyambut mentari.

Bermula dari niat untuk tidak ingin membiarkan keindahan pagi in berlalu begitu saja, saya bergegas ke lantai paling atas dari biara tempat saya tinggal dan mencoba membidik keindahan kota Belfast yang selalu memikat mata. Apalagi di bawah taburan mentari seperti ini, membiarkan keindahan ini berlalu bagaikan membuang rejeki yang tak selalu datang. Dan dari lantai empat Biara Redemptorist yang lazim dikenal dengan nama Clonard Monastery, saya disuguhkan dengan pemandangan hampir sempurna kota Belfast, dengan bangunan rumah-rumah antik yang berbaris rapih, dengan tata kotanya yang klasik.

Di antara semua keindahan itu, tepat di tengah-tengah kota ini ada sebuah tembok panjang yang membagi kota Belfast jadi dua bagian, Belfast Timur dan Belfast Barat. Sekilas tembok ini menjadi ikon keindahan kota Belfast. Sayangnya tembok ini juga menjadi saksi sejarah berdarah-darah, saksi perang saudara antara para pengikut Kristus yang kebetulan berbeda gereja, dan yang memang berbeda haluan politik. Tembok ini adalah saksi bisu pertikaian antara Belfast Timur yang pro Kerajaan Inggris yang menyebut dirinya Loyalis yang kebetulan mayoritas Protestan dan Belfast Barat yang pro Republik Irlandia yang menyebut dirinya Nasionalis yang kebetulan mayoritas Katolik.

Tembok ini dibangun tahun 1969, ketika pertikaian sudah sedang bergejolak lebih dari 50 tahun. Tembok ini menjadi semacam kenyataan pahit yang harus diterima, bahwa dua kubu pengikut Kristus yang berbeda haluan politik ini memang tidak bisa hidup bersama, maka satu-satunya jalan keluar adalah memisahkan keduanya dengan sebuah tembok. Sebuah ironi yang tidak gampang dimengerti di abad global ketika segala sesuatu cenderung menembus batas.

Sampai dengan detik ini tembok ini masih ada, walau pertikaian antara dua kubuh sudah mulai meredah sejak adanya kesepakatan perdamaian yang ditandatangani oleh Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia pada hari Jumat Agung tanggal 10 April 1998. Dan sampai dengan saat ini, pertanyaan bahwa kalau tembok ini diruntuhkan mungkinkah kedua kubu ini dapat hidup bersama berdampingan dalam damai masih menjadi sebuah pertanyaan besar. Sampai kapankah?
Clonard Monastery, 11/10/21
Pemandangannya keren. Tapi itu bisa dinikmati karna cara ambelnya yg super keren, diambel dg alat yg keren dan oleh org yg keren jg 🤭
Sukses slalu, Pater! 🙏
Haahaha makasih ouh
Samsama angua 😆😆😆